“Barang siapa menegakkan shalat maka telah menegakkan agama, dan
barang siapa meninggakan sahlat maka telah merobohkan Agama”
Inilah
kata-kata yang kuyakini kebenarannya. Mendirikan shalat membutuhkan pertolongan
dari Allah, kesabaran dan pemantauan.
Pengalaman
pribadiku berikut ialah dengan memantau putera puteriku sejak kecil untuk
menghafal Al-Qur’an dan dzikir sehari-hari.
Puteri-puteriku,
alhamdulillah, semuanya mahasiswa, sedang puteraku masih di SMU. Aku bersama
ayah mereka senantiasa memantau mereka sejak kecil sampai sekarang. Ketika
suamiku hendak shalat di masjid, ia mengingatkan puteranya dengan mengatakan,
“Ayo...
sekarang waktunya shalat,” Sembari mendoakan agar Allah membenahinya,
memberinya hidayah dan menyinari hatinya.
Dalam
hal ini, aku memanfaatkan kaset tape dan video. Kalau ada khutbah jumat yang
temanya tentang shalat, maka kami sangat antusias mendengarkannya. Namun yang
paling penting dari semua itu adalah doa, doa dan doa.
Aku
selalu berdoa, “Yaa Allah, perbaikilah anak keturunanku”, baik ketika
sujud, shalat tahajjud, doa qunut dan tiap kali kulhat dari mereka hal yang
menyenangkanku atau menyempitkan dadaku.
-------------------------------
Allah
berfirman, “Ia tidak membenarkan dan tidak pula mengerjakan shalat, akan
tetapi ia mendustakan dan berpaling”(QS. Al-Qiyamah:31-32
Di
antaranya penyebab siksaan di akhirat ialah meninggalkan shalat ketika di
dunia.
Sudah selesai kisah inspirasi pengalaman Keempat
pada buku yang berjudul "AGAR ANAKMU SHALAT
SELALU"
Nantikan esok hari pengalaman kelima yang di
tulis oleh orang tua yang beriman pada buku ini yang akan saya posting.

No comments:
Post a Comment