Wednesday, April 12, 2017

Gejolak Cinta Nabi Muhammad dimasa Remaja

Kehidupan sehari-hari telah membawa Muhammad memasuki pintu gerbang masa remaja. Pada siang  harinya ia masih saja menggembala kambing, sementara di malam harinya ia mullai terbawa ke dalam dunia pemikiran tentang fenomena dan ralitas sosial yang mengitarinya dan mencari solusi perbaikan sistem sosial yang berlaku di tengah-tengah masyarakatnya. di manakah jalan itu?

Akhirnya, pada suatu ketika ia menggembala kambing bersaama teman sebayanya; dan secara spontanitas dari kejauhan ia mendengar bunyi rebana. ia berkata kepada temannya: "Biarlah kita berhenti dulu menggembala kambing-kambing ini. Aku ingin sekali tiba di Makkah."

Buru-buru ia pergi ke rumah yang sedang menyelenggarakan rebana itu. Ternyata di rumah itu ada pesta perkawinan yang dimeriahkan dengan berbagai macam hiburan musik. Setelah ia hampir saampai di rumah yang dituju, ia merasa keletihan. Semalaman ia bersaandar pada tembok. ia mengantuk, lalu terlelap dalam keletihan. Ia tidak sempat mengikuti jalannya hiburan itu dengan penuh khidmat dan konsentrasi.

Ketika ia bangun dari tidurnya, ia tak habis pikir dan bertanya-tanya tentang sesuatu yang membuat ia meninggalkan Gembalanya hanya karena ingin menikmati tontonan gratis ang terdapat di pesta itu. Memang gairah remaja telah menggelora di dadanya, tetapi apa booleh buat ketika rasa kantuk yang melelapkan datang untuk mmenyelamatkan dirinya dari hal-hal seperti itu. Akhirnya, ia memutuskan untuk beristir saja agar dirinya tidak sampai terlibat dalam kenakalan-kenakalan remaja yang merusak kepribadiannya seperti pemuda lainna. sehingga pada saat itulah ia mulai mencurahkan seluruh tenaga dan kemampuannya untuk setiap pekerjaannya.

Sewaktu beliau (muhammad) melaksanakan thawaf di dekat ka'abah, ia melihat gadis cantik yang sedang thawaf juga, sedang tingkah laku gadis itu, perhiasan, dan baju yang dikenakannya, membuat beliau sangat terpesona. Nabi Muhammad jatuh cinta kepada gadis itu,  kepada gadis bernama Dhaba'ah binti Amir bin Sha'sha'ah itu dan memutuskan untuk meminangnya. Ibarat gayung bersaambut, ternyata gadis itu juga  punya perasaan yang sama, Jatuh cinta kepada Muhammad.

Akan tetapi, Muhammad lalu mendengar sendiri perihal tunangannya yang meskipun sedang thawaf dengan mengenakan pakaian yang sopan itu, ternyata wanita itu lalu melantunkan syair-syair yang kurang etis dan tidak senonoh yang menggelorakan gairah remajanya, di mana bait-bait syairnya mengungkapkan apa yang sedang diinginkan gadis itu, maka pada waktu itu pula Muhammad mengambil sikap untuk memutuskan dan meninggalkannya, sehingga kesepakatan untuk melangsungkan ikatan pinangan akhirnya di gagalkan. Gadis itu patah hati hingga meninggal dunia dalam derita duka cintanya.

"begitulah cara Allah memelihara Nabi Muhammad dari dosa,.."

Pertanyaannya apakah kita sering berniat sesuatu yang dianggap maksiat lalu kerena sesuatu hal menjadi gagal.

kalau perna atau bahkan seringkali maka Bersyukurlah, itu tandanya anda, atau kita di pelihara oleh Allah dari perbuatan dosa. 

Lalu apakah pernah rencana anda gagal, ???

kalau iya, bersyukurlah berarti Allah tidak ingin Anda, atau kita terjerumus kedalam sesuatu yang kurang pantas dan kurang baik.

Insya Allah, Allah akan menggantikannya dengan yang lebih baik...

Mari kita belajar husnu Zan Kepada Allah, Agar hidup kita bahagia di dunia dan Akhir...

Amieen...

Tulisan ini di Kutip dari sebuah Buku yang berjudul MUHAMMAD SANG TELADAN di tulis oleh Abdurrohman Asy Syarqawi, halaman, 72-74

Baca juga Posting saya yang lain.

PACARAN DALAM ISLAM

Kunjungi juga blog saya yang lain: 

 

 

No comments:

Post a Comment