Dihikayatkan ada seorang wanita
ahli ibadah yang cantik jelita. Kepada siapa saja yang ingin menikahinya, dia
mengajukan tiga syarat.
Perlu kita
ketahui bahwa syarat ini bertentangan dengan Sunnah. Pada zaman Rasulullah saw
ada beberapa yang berkata, “Saya akan berpuasa dan tidak akan berbuka.” Yang lain
berkata, “Saya akan bangun (malam) dan tidak akan tidur.” Orang yang ketiga
berkata, “Aku tidak akan menikahi para wanita.” Setelah mendengarnya Nabi saw
menyatakan bahwa beliau berpuasa dan berbuka, shalat malam dan tidur, dan
menikahi wanita. Kemudian beliau bersabda, “Inilah sunnahku. Berangsiapa tidak
suka pada sunahku, bukanlah termasuk golonganku.”
Ketiga syarat itu yaitu:
Pertama, hendaklah dia
melaksanakan puasa sepanjang mas.
Kedua, hendaklah dia bangun
bertahajud sepanjang malam.
Ketiga, hendaklah dia
mengkhatamkan al-Qur’an setiap malam.
Seorang pemuda yang brilian
memberanikan diri untuk melamarnya dan menikahinya. Dia menyatakan sanggup
untuk memenuhi syarat yang diajukannya. Dia pun menikahinya.
Beberapa hari kemudian, wanita itu menuntut
pembatalan pernikahannya, sebab menurutnya laki-laki yang menjadi suaminya
tidak memenuhi syarat-syarat yang diajukannya. Di pengadilan sang suami membela diri dengan berkata, “Saya
telah memenuhi semuanya. Saya selalu mengerjakan shalat Isya’ dan Shalat Fajar
berjamaa; sementara Rasulullah saw telah
bersaabda, “barang siapa mengerjakan shalat Isya’ berjamaah, maka seakan-akan
dia bangun separu malam.
Dan barangsiapa mengerjakan sholat Subuh berjamaah,
maka seakan-akan dia shalat semalam suntuk.”(diriwayatkan oleh Muslim) Kemudian
saya pun berpuasa selama bulan Ramadhan dan melanjutkannya dengan puasa enam
hari di bulan syawwal, sementara Nabi saw bersabda, “barang siapa berpuasa
Ramadhan dan kemudian mengikutinya dengan puasa enam hari dari bulan Syawwal,
maka itu sama dengan puasa sepanjang masa.” (diriwayatkan Oleh Muslim) dan
setiap malam saya selalu membaca surat Al-Ikhlash tiga kali, dan abi saw telah
bersabda, “Demi yang jiwaku ada di tangan-Nya, Sungguh itu menyamai sepertiga
Al-Qur’an,”(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari)
Semoga kita dapat dapat mengambil pelajaran dari hikayat ini, sehingga kita dapat bangun sebelum waktu pagi telah datang, dan kita dapat melaksanakan shalat subuh berjamaah.

No comments:
Post a Comment