Thursday, April 27, 2017

Inilah Bukti Kemuliaan Orang Berilmu daripada Ahli Ibadah



 
Dihikayatkan ada seorang wanita ahli ibadah yang cantik jelita. Kepada siapa saja yang ingin menikahinya, dia mengajukan tiga syarat.

Perlu kita ketahui bahwa syarat ini bertentangan dengan Sunnah. Pada zaman Rasulullah saw ada beberapa yang berkata, “Saya akan berpuasa dan tidak akan berbuka.” Yang lain berkata, “Saya akan bangun (malam) dan tidak akan tidur.” Orang yang ketiga berkata, “Aku tidak akan menikahi para wanita.” Setelah mendengarnya Nabi saw menyatakan bahwa beliau berpuasa dan berbuka, shalat malam dan tidur, dan menikahi wanita. Kemudian beliau bersabda, “Inilah sunnahku. Berangsiapa tidak suka pada sunahku, bukanlah termasuk golonganku.”

Ketiga syarat itu yaitu:

Pertama, hendaklah dia melaksanakan puasa sepanjang mas.

Kedua, hendaklah dia bangun bertahajud sepanjang malam.

Ketiga, hendaklah dia mengkhatamkan al-Qur’an setiap malam.

Seorang pemuda yang brilian memberanikan diri untuk melamarnya dan menikahinya. Dia menyatakan sanggup untuk memenuhi syarat yang diajukannya. Dia pun menikahinya.
 
Beberapa hari kemudian, wanita itu menuntut pembatalan pernikahannya, sebab menurutnya laki-laki yang menjadi suaminya tidak memenuhi syarat-syarat yang diajukannya. Di pengadilan  sang suami membela diri dengan berkata, “Saya telah memenuhi semuanya. Saya selalu mengerjakan shalat Isya’ dan Shalat Fajar berjamaa;  sementara Rasulullah saw telah bersaabda, “barang siapa mengerjakan shalat Isya’ berjamaah, maka seakan-akan dia bangun separu malam. 

Dan barangsiapa mengerjakan sholat Subuh berjamaah, maka seakan-akan dia shalat semalam suntuk.”(diriwayatkan oleh Muslim) Kemudian saya pun berpuasa selama bulan Ramadhan dan melanjutkannya dengan puasa enam hari di bulan syawwal, sementara Nabi saw bersabda, “barang siapa berpuasa Ramadhan dan kemudian mengikutinya dengan puasa enam hari dari bulan Syawwal, maka itu sama dengan puasa sepanjang masa.” (diriwayatkan Oleh Muslim) dan setiap malam saya selalu membaca surat Al-Ikhlash tiga kali, dan abi saw telah bersabda, “Demi yang jiwaku ada di tangan-Nya, Sungguh itu menyamai sepertiga Al-Qur’an,”(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari)

Semoga kita dapat dapat mengambil pelajaran dari hikayat ini, sehingga kita dapat bangun sebelum waktu pagi telah datang, dan kita dapat melaksanakan shalat subuh berjamaah.

No comments:

Post a Comment