Tuesday, April 11, 2017

Pacaran dalam Islam

Cewek naksir cowok, dan cowok kasmaran sama cewek adalah lumrah. Dorongan untuk saling mengenal antara insan muda, memang sesuatu yang alami. keinginan untuk membentuk pasangan ganda campuran, juga merupakan hal yang wajar. sebagai cowok, anda merindukan seorang cewek, dan yang cwek juga senang digaet cowok. Hidup berpasang-pasangan sudah merupakan ketentuan dari Sang pencipta. Al qur'an menginformasikan: "maha suci Allah yang telah menciptakan sega sesuatu berpasang-asangan, baik yang tumbuh di bumi dan diri mereka, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui."
Keinginan untuk mencari pasangan ini, pada tahap awal dimulai dengan tradisi berpacara. Malam minggu bertandang ke rumah cewek. Ngobrol dua-duaan, hingga larut malam. Beseoknya dilanjutkan dengan acara piknik ke tempat rekreasi. Di tempat tersebut kemudian mojok ke kawasan yang agak sepi. Menghindar dari keramaian, agar acara ngobrol tidak terganggu. Kisah cintapun dimulai. Keduanya saling menumpahkan seluruh "Uneg-uneg cinta"  yang terpendam dalam hati. Janji muluk dikeluarkan, rangkaian kata cinta kasih dungkapkan dalam pertemua empat mata tersebut.
Ngobrol soal cinta, memang tidak dibatasi waktu. Bisa dilemburkan. Bersambng hingga beberapa episode. Skenarionya juga bisa dibuat semuanya. Masing-masing bebas berimprovasi. Terus bersambung dan berulang-ulang layaknya suara kaset long play. berputar dari itu ke itu saja. Tak pernah bosan. Tidak tergantung pada mmusim dan perubahan cuaca. Tahan segala ganggguan, setia memadu rindu. Mengungkapkan dendam asmara secara transpara.
Pacaran memang mengasyikkan. Makanya acara ini banyak diminati muda-mudi. Tidak terkecuali remaja muslim. semua rame-rame berpacaran. Sayang kalu dilewatkan. Mumpung masih muda! Alasan klasik yang lainnya, adalah untuk saling mengenal. Untuk melanggungkan perkawinan dan kehidupan rumah tangga, harus dimulai dari pacara. Makin lama masa berpacaran, pengenalan antara keduanya menjadi mendalam. Kalau perlu sampai menjelimet, dan mendetil.
Bahkan secara astrologis, terkadang kedua saling tukar informasi mengenai bintang kelahira. Cowok berbintang Aries cocok atau tidak berpasangan dengan cewek scorpio. Perlu adanya keterbukaa, agar tidak terkesan seperti "membeli kucing dalam karung". Cewek perlu kenal cowok, dan cowok harus kenal cewek. dengan demikian diharapkan akan terbentuk pasangan Ganda Campuran yang tahan banting. Pokonya segala sesuatu harus diatur dulu serapi mungkin.

belum puas dengan bantuan "ilmu Perbintangan", ngacir ke peramal retak tangan. ahli palmistry atau paranormal. keduanya diminta membacakan "makna" tersembunyi yang terkandung pada alur retak tapak tangan. Sekedar untuk memantapkan hati dalam mencocokkan jodoh. Bila masih Penasaran, "dukun" pun disambangi, diminta mantera atau jimat pengasih. Kawula muda ini berprinsip: "Kecocokan pasangan diketahui dari proses berpacaran", Tanpa pacaran, kehidupan jadi gersang, dan jiwaa terasa hampa, jawab mereka. Pokoknya, asyik deh!!, 
apa memang begitu remaja MUSLIM?

Memangnya Islam melarang berpacara? Tidak juga.

Bagaimana mau kenal "kekasih", kalau pacaran saja sudah enggak boleh? begitu, kan??
Boleh sih, boleh. Tapi ada ketentuanna, dong!!! Tidak asal Serobot, dan asal gandeng. Nilai-nilai ajaran Islam sangat menghormati dan memuliakan kaum perempuan. Lebih dari itu, Islam memandang kaum perempuan adalah "Ibu generasi manusia" dan "Madrasah" bagi anak manusia. Sebagai kaum yang lemah, ya kaum perempuan perlu dilindung. dan sebagai "sosok mulia", tentunya harus pula dihormati kedudukannya. Makanya dalam berpacaran juga ada etika tertentu yang perlu dipatuhi hingga harkat dan martabat kaum perempuan terlindungi.

Untuk mengantisipasi, agar hal-hal yang "sama-sama diingini" itu tidak terjadi, maka Islam melarang cowok dan cewk berduaan di tempat sepi, Rasul Allah SAW. menyatakan: "Janganlah seorang laki-laki bersepi-sepi dengan perempuan, kecuali bersama saudara mahramnya."

bersepi berduaan ini tentunya, terlarang bagi cewek dan cowok yang sudah remaja. Bukan anak-anak lagi. Ya, seumur-umur Ente jugalah. Kawula muda yang mmuslim. Rasul Allah Saw., yang jadi panutan kita kaum musslimin, melarang remajanya untuk membuat pasangan "ganda campuran" di tempat sepi. Bahaya, Lu....!!! 

Kenapa, ..?

Karena Selain Lu berdua di sana juga ada yang namanya Setan yang selalu menggoda kalian. setan adalah makhluk yang paling piawai untuk menggoda anak cucu Adam. Dalam masalah goda-menggoda ini, setanlah pakarnya. dalam buku-bukuIslam klasik, sering diungkapkan cerita tentang Bal'am ibn Ba'urah, seorang pemuka agama yang kesohor. Alim dan taatnya bukan main. Oleh "Boss" setan, diutuslah setan yang kaliber dan peringkatnya lebih tinggi untuk menggoda Bal'am. Ibaratnya, kalau Bal'am sudah Profesor, maka si setan yang diutus sudah "Profesor Kawakan." Jumlah jam terbangnya lebih banyak. Sang setan mulai menyerupakan dirinya sebagai manusia mendatangi Bal'am untuk berdialog.

Pada kali pertama Bal'am masih dapat membentengi dirinya dari godaan dan rayuan setan ini. Gagal kali pertama tidak membuat si setan putus asa. ia datang lagi berulang-ulang, hingga akhirnya bal'am tergoda untuk sekedar minum-minum. Mula-mula sedikit, akhirnya mabuk. Dalam keadaan mabuk itu pula, setan merayu cewek cantuk untuk mendatangi bal'am. bayangkan, pemauk berjumpa cewek cakep di tempat sepi. Adegan selanjutnya, dapat Ente reka-reka sendirilah. Tak ubahnya Adegan Blue Film.

begitu Kuat tekad Iblis bin setan ini untuk senantiasa menggoda dan menyesatkan manusia. Dirayu dan digodanya manusia, hingga manusia memandang perbuatan maksiat sebagai perbuatan baik. Lihai, kan...?

Mula-mula cewek dan cowok duduk berduaan. sekedar ngobrol. Lalu karena kurang leluasa, beralih ke tempat sepi. Sekali, masih biasa. Namun karena terasa nikmat memadu kasih, acara ngobrol dua-duaan, diulang kembali. Kemudian diagendakan sebagai acara resmi bagi keduanya. Ya, karena sudah dianggap biasa, ngobrolnya meulai nyerempet-nyerempet ke hal-hal yang lebih serius. Sementara dduk mulai merapat. Mula-mula cuma sekedar saaling senggol, lalu meningkat ke saaling pegang. Juga terasa kurang puasa, lalu..... ?

Perbuatan maksiat, sudah dianggap "biasa" peluk cium, sudah di anggap lumrah. Terasa kurang, terus ditambah. makin gesit, makin meningkat kadarnya. Pokoknya, biar rusak-rusakan. Kepalang basah ! maju tak gentar membela yang salah. ketika hal yang seperti itu terjadi, berarti Ente sdudah terjebak dan berhasil disesatkan oleh si Iblis alias Setan.

Ingat dong pernataan Al Qur'an:"Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji, dan jalan yang buruk. " (Q.S. 17:32)

Berpacaran ditempat sepi, hakikatnya sudah"nyerempet-nyerempet" ke arah perbuatan zina. suatu perbuatan keji yakni perbuatan terlarang dan dibenci oleh agama, hukum maupun adat istiadat, secara Agama, pelaku zina akan dikenakan hukuman Tuhan, baikdi dunia maupun di akhirat. Hukum memandang zina sebagai tindakan pidana, dan pelakunya dikenakan sanksi. sedang dalam penilaian ada, perbuatan zina merupakan perilaku yang kurang ajar, dan melanggar adat kbiasan masyrakat berada. Pezina merusak nilai-nilai agama, meruasak generaasi dan hubungan kekerabatan, sertamerusak nama baik keluarga. jadi jangan main-main, dah dengan yang satu ini. berat dan tidak terpuji.
Jadi kalau begitu Islam lagi-;agi melarang hubungan muda-mudi? 
Ya,  enggak Juga, tuh. Islam sebagai agama dari Allah, adalah agama penyelamat dan pemelihara. Sebagai agama, Islam berisi nilai-nilai ajaran yang bersumber dari Allah. bukan buatan atau hasil rekayasa pemikiran manusia. Karena sumbernya  Allah yang maha pencipta, maka Allah maha mengetahui kebutuhan makhluk-Nya, Oleh karena itu nilai ajaran islam memang diperuntukkan untuk menyelamatkan kehidupan makhluk sesuai dengan kebutuhannya. makanya agama islam disebut juga sebagai agama Fithrah. nilai ajarannya sesuai dengan kebutuhan dan penyaluran fithrah itu. 

Bila Ente memamng ngebet sama tuh, Cewek, ya bertandang dong ke rumahnya. dengan sikap saantun, ngobrol dengan si Die dengan obrolan yang sopan. Namun yang penting ada anggota keluarga si cewek yang ikut mendampingi. Jadi perlu melibatkan orang ketiga, secara sah dan jelas. bukan berduaan saja, yang artinya minta dimasukkan unsur setan sebagai pihak ketiga. 
Sebaliknya si cewek , selam melayani 'tamu" asing tersebut, juga harus menjaga sopan saantun. Kenakanlah busana yang pantas dan menutup aurat. Ajak Mama, bibi, tante, atau Anggota keluarga terdekat untuk mendampingi.

Tujuan utama pacaran, kan untuk mengenal lebih jauh bakal calon pendamping. bukan untuk  rekreasi percintaan. adanya tuntunan sopan santun dalam berpacaran menggambarkan, betapa Islam memuliakan kaum perempuan. jangan Ente Rusak mereka. kalu sudah digandeng ke sana ke mari, sambil cekikkan ngobrol hingga larut malam, apalah artinya seorang cewek. apalagi, kalau sudah bosan, alalu ente tinggalkan dengan iringan sindiran "bunga tidak sekuntum" Lalu si cewek balik menyindir "kumbang tidak seekor". sama kesal dan bubar jalan!. Hai Cowok,.. Cewek bukan barang mainan Senang dirangkul, bosan ditinggalkan.

Nah, Kira-kira begitu lah pacaran dalam islam.. 

Sekian dulu ya semoga bermanfaat....

semoga nama dan Kehormatan keluarga terjaga, nilai-nilai ajaran agama terpelihara, jodoh mudah-mudahan terkabulkan. Amieen...

- di kutip dari Fikih Remaja karya Prof. Dr H. Jalaluddin.

Baca juga Posting saya yang lain:

Gejolak Cinta Nabi Muhammad dimasa Remaja

 

Kunjungi juga blog saya yang lain: 

 

No comments:

Post a Comment