Sunday, April 23, 2017

Shalat Adalah Rukun Islam Ter-Agung Setelah Dua Kalimat Syahadat



Allah berfirman berkenaan orang-orang Musrik, “jika mereka bertobat1, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat maka mereka itu adalah saudara-saudaramu seagama
Rasulullah Saw bersaabda: “islam di bangun di atas lima pondasi, bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, menegakan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan ibadah haji, dan berpuasa di bulan Ramadhan.”(Muttafaq ‘alaih).
Rasulullah saw bersabda pula kepada Mu’adz bin Jabbal ketika beliau hendak mengutusnya ke Yaman: “Sungguh kamu akan mendatangi suatu kaum dari kalangan Ahli Kitab, maka hendaklah pertama kali kamu mengajak mereka untuk menyembah Allah. Dan setelah mereka telah mengenal Allah2, sampaikanlah kepada mereka bahwa Allah memerintahkan mereka untuk mengerjakan shalat lima waktu dalam sehari semalam.”(Muttafaq ‘alaih).
Juga Rasullah bersabda: ”Saya diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tiada Ilah selain Allah dan Muhmmad adalah utusan-Nya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat. Apabila mereka telah melaksanakannya, maka darah dan harta mereka terlarang bagi saya kecuali untuk agama Islam, dan balasan mereka ada di tangan Allah.”
Dari Abu Sa’id, seorang laki-laki berkata kepada Nabi saw. Ketika beliau sedang membagi harta rampasan perrang,”Wahai Rasulullah, bertakwalah kepada Allah!” Rasulullah bersaabda, “Celaka Kamu! Bukankkah saya penduduk bumi yang paling berhak untuk bertakwa kepada Allah?” Maka Khalid bin Walid berkata, “Bolehkah saya memenggal batang lehernya wahai Rasulullah?” Rasulullah bersabda, “Jangan, boleh jadi dia menunaikan shalat3.”(Muttafaq ‘alaih).

  1. Maksudnya, taubat dari kesyirikan dan setelah itu komitmen dengan hukum-hukum Islam.
  2. Dalam sebuah riwayat disebtukan, “hendaklah yang pertama kali kalian serukan adalah agar mereka mengesakan Allah.” (Al-Hadits) Syahikh An-Nadawi menyebutkan rahasia dari pendahuluan ini Yaitu, “Bahwasanya shalat merupakan penghubung antara seorang hamba dengan Penciptanya. Hubungan yang tiada bandingannya, tidak bisa di jangkau kecuali oleh orang yang mengetahui karakter hamba dan penciptanya, dan hubungan itu berasal dan bersumber dari karakter Keduanya. Oleh karena itu, kitab terlebih dahulu menyebutkan karakter sebelum menentukan hubungan-hubungan, mengajak melaksanakan ibadah-ibadah, menetapkan kewajiban-kewajiban mengerahkan untuk taat. Dengan itu, akidah mendahului ibadah dan muamalah. Rasul mengajak untuk mengesaakan Allah dalam nama-nama-Nya, sifat, dan perbuatan-Nya, serta menyucikan, memuliakan, dan mengenal-Nya dengan benar sebelum menyeru kepada hal-hal lain. Al-Qur’an adalah bukti paling nyata akan hal itu. (disarikan dari kitab Al-Arkan Al-Arba’ah, hal. 13-14).
  3. Sahalat merupakan pelindung bagi darah dan harta orang menegakkannya. Ia adalah penghalang dari pembelotan terhadap seorang pemimpin jahat dan dzalim’ artinya, selama pemimpin tersebut menegaskan shalat untuk dirinya dan untuk manusia (shalat jamaah), maka tidak boleh membelot darinya. Rasulullah bersabda, “tetap pakailah pemimpin kalian, hingga kalian bisa mengenali dan mengngkarinya. Barangsiapa yang membenci kemungkarannya maka dia telah terbebas dari (ikut memikul) dosa dan kesalahannya, barangsiapa yang mengingkarinya, maka dia selamat, dan hanyasanya (ikut memikul) dosa bagi mereka yang rela dan mengikutinya.“ . Para sahabat bertanya, ”Apakah kami boleh memeranginya?”. Beliau menjawab, “Tidak boleh, selama, mereka masih shalat.”(HR. Muslim) dalam riwayat lain, kami berkata, “wahai Rasulullah, apakah kami boleh melawannya?” beliau menjawab, “tidak, selama dia menegakan shalat bersama kalian” (HR. Muslim).


  • Sumber: Limadza Nushalli Karya Muhammad bin Ahmad bin Islami’i Al-Muqaddam

Posting My Name Is Syahri
Baca Juga Postingan Saya yang Lain:

Gejolak Cinta Nabi Muhammad dimasa Remaja

 

Kunjungi juga blog saya yang lain: 

MTS. SA. MIFTAHUL KHAIR SAMPANAHAN

No comments:

Post a Comment