Aku memohon pertolongan Allah dalam membiasakan
Anak-Anakku untuk shalat. Aku mengharap dari-Nya yang Maha Pemurahah agar
memberiku pahala yang besar. Aku juga rajin berdoa untuk keshalihan
anak-anakku.
Aku menyuruh mereka Shalat dini, ketika mereka
berumur sekitar tujuh tahun. Kubangkitkan kerinduan mereka akan pahala besar
yang disediakan Allah bagi mereka yang shalat. Kulukiskan keindahan Jannah bagi
mereka dengan segenap kenikmatannya. Dan setiap ada kesempatan selalu
kumanfaatkan untuk mengaitkan antara kenikmatan duniawi dan surgawi dengan
membandingkan keduanya. Itu semua agar hati anak-anaku terkait dengan Negeri
Yang Abadi dan beramal untuknya.
jika kudapati mereka terlalu larut dalam bermain
saat waktu shalat tiba, kuajak mereka secara tidak langsung dengan mengatakan,
"Ayo kita shalat, agar kita
dapat pahala dari Allah. siapa yang mau berlomba mendapat ridha Allah?
Sesungguhnya Allah amat mencintai orang yang rajin shalat, ddan akan memberinya
hadiah yang lebih menarik, lebih menarik dari semua permainan yang ada"
Aku punya kisah nyata yang terjadi pada puteriku
yang berumur dua belas tahun. ketika usianya sembilan tahun, aku mulai
membiasakannya untuk shalat subuh pada waktunya, tentunya setelah kubiasakan
untuk shalat empat waktu lainna. Puteriku mengatakan, "Ibu, bangunkan
aku untuk shalat subuh nanti!". Namun ketika kubangunkan, ia justru
merengek dan menangis ingin kembali tidur, maka kutinggalkan dia.
Kemudian tatkala kuceritakan kejadian tersebut
pagi harinya, ia justru mengatakan bahwa dirinya tak merasakan apa-apa dan
memintaku membangunkannya untuk shalat subuh esok hari. Aku pun senantiasa
membangunkannya, dan lagi-lagi dia melakukan hal yang sama. Maka aku pun
bertekat untuk melakukan menolongnya. Kubawa ia ke toilet dan kuusap wajahnya
dengan air dengan penuh kelembutan, Pada awalnya ia menjauhiku dan menangis,
maka aku berkata, "kamu tadi bilang minta dibangunkan untuk
shalat?". sembari meninggalkannya kembali ke tempat tidur dan tidur
kembali.
di pagi harinya setelah terbit matahari, ia
menyalahakanku mengapa aku tidak membangunkannya untuk shalat subuh?, maka
kuceritakan bahwa aku telah berusaha untuk membangunkannya, namun ia
mengatakan, "Aku sungguh tak merakan apa-apa!".
Aku tak putus asa, bahkan aku terus
membangunkannya pada malam-malam berikutnya dan terus demikian hingga ia
terbiasa shalat subuh. Alhamdulillah.
Suatu malam puteriku tidur agak awal. saat itu
aku bicara llewat telepon dengan suara keras hingga ia terbangun dari tidurnya.
seta merta ia menyingkap selimut musim dinginnya yang tebal dan menggulungnya
untuk shalat. akupun terkesima dengan pemandangan ini dan amat bahagia! maka
kukatakan kepadanya, "Jangan bangun dulu... tidurlah lagi, waktu shalat
belum tiba."
Sekarang aku berpesan kepada setiap ayah dan
ibu, "Ajarilah anak-anakmu taat beragama sejak kecil, agar mereka
menolongmu untuk taat beragama, mengingatkanmu terhadapnya, dan mendoakanmu
setelah engkau tiada."
dah selesai kisah inspirasi pengalaman pertama
pada buku yang berjudul "AGAR ANAKMU SHALAT SELALU"
nantikan esok hari pengalaman kedua yang di tulis
oleh orang tua yang beriman pada buku ini yang akan saya posting.

No comments:
Post a Comment