Tuesday, May 2, 2017

Akhirnya, mereka bisa terbangun, bahkan sebelum waktu subuh



Aku memohon pertolongan Allah dalam membiasakan Anak-Anakku untuk shalat. Aku mengharap dari-Nya yang Maha Pemurahah agar memberiku pahala yang besar. Aku juga rajin berdoa untuk keshalihan anak-anakku.

Aku menyuruh mereka Shalat dini, ketika mereka berumur sekitar tujuh tahun. Kubangkitkan kerinduan mereka akan pahala besar yang disediakan Allah bagi mereka yang shalat. Kulukiskan keindahan Jannah bagi mereka dengan segenap kenikmatannya. Dan setiap ada kesempatan selalu kumanfaatkan untuk mengaitkan antara kenikmatan duniawi dan surgawi dengan membandingkan keduanya. Itu semua agar hati anak-anaku terkait dengan Negeri Yang Abadi dan beramal untuknya.

jika kudapati mereka terlalu larut dalam bermain saat waktu shalat tiba, kuajak mereka secara tidak langsung dengan mengatakan,
"Ayo kita shalat, agar kita dapat pahala dari Allah. siapa yang mau berlomba mendapat ridha Allah? Sesungguhnya Allah amat mencintai orang yang rajin shalat, ddan akan memberinya hadiah yang lebih menarik, lebih menarik dari semua permainan yang ada"

Aku punya kisah nyata yang terjadi pada puteriku yang berumur dua belas tahun. ketika usianya sembilan tahun, aku mulai membiasakannya untuk shalat subuh pada waktunya, tentunya setelah kubiasakan untuk shalat empat waktu lainna. Puteriku mengatakan, "Ibu, bangunkan aku untuk shalat subuh nanti!". Namun ketika kubangunkan, ia justru merengek dan menangis ingin kembali tidur, maka kutinggalkan dia.
Kemudian tatkala kuceritakan kejadian tersebut pagi harinya, ia justru mengatakan bahwa dirinya tak merasakan apa-apa dan memintaku membangunkannya untuk shalat subuh esok hari. Aku pun senantiasa membangunkannya, dan lagi-lagi dia melakukan hal yang sama. Maka aku pun bertekat untuk melakukan menolongnya. Kubawa ia ke toilet dan kuusap wajahnya dengan air dengan penuh kelembutan, Pada awalnya ia menjauhiku dan menangis, maka aku berkata, "kamu tadi bilang minta dibangunkan untuk shalat?". sembari meninggalkannya kembali ke tempat tidur dan tidur kembali.

di pagi harinya setelah terbit matahari, ia menyalahakanku mengapa aku tidak membangunkannya untuk shalat subuh?, maka kuceritakan bahwa aku telah berusaha untuk membangunkannya, namun ia mengatakan, "Aku sungguh tak merakan apa-apa!".

Aku tak putus asa, bahkan aku terus membangunkannya pada malam-malam berikutnya dan terus demikian hingga ia terbiasa shalat subuh. Alhamdulillah.
Suatu malam puteriku tidur agak awal. saat itu aku bicara llewat telepon dengan suara keras hingga ia terbangun dari tidurnya. seta merta ia menyingkap selimut musim dinginnya yang tebal dan menggulungnya untuk shalat. akupun terkesima dengan pemandangan ini dan amat bahagia! maka kukatakan kepadanya, "Jangan bangun dulu... tidurlah lagi, waktu shalat belum tiba."

Sekarang aku berpesan kepada setiap ayah dan ibu, "Ajarilah anak-anakmu taat beragama sejak kecil,  agar mereka menolongmu untuk taat beragama, mengingatkanmu terhadapnya, dan mendoakanmu setelah engkau tiada."



dah selesai kisah inspirasi pengalaman pertama pada buku yang berjudul "AGAR ANAKMU SHALAT SELALU
nantikan esok hari pengalaman kedua yang di tulis oleh orang tua yang beriman pada buku ini yang akan saya posting.

Kembali kepada pengantar untuk melihat pengalaman yang lain di sini

No comments:

Post a Comment