Sejak
anak-anakku masih balita, aku selalu bertanya pada diriku bagaimana kelak aku
mendidik mereka agar rajin salat? Pikiran inilah yang sering kali mengusikku,
sampai-sampai puteraku Abdullah yang baru berusia lima tahun, aku ajari
menghafal kata-kata berikut:
“Shalat
adalah tiang agama, jika ada tiang kemah yang roboh maka robohlah seluruh bagian
kemah dan menimpa penghuninya”
Belum
genap Abdullah berumur tujuh tahun, kukabarkan padanya bahwa sebentar lagi akan
terjadi peristiwa penting yang menggembirakan dalam hidupnya. Ya, sebentar lagi
ia akan dewasa dan berad dalam shaf bersama mereka yang shalat. Sering kali
kukatakan padanya, “nak, sekian hari lagi kamu termasuk orang yang
menegakkan shalat insya Allah”.
Ketika
Abdullah telah cukup umur untuk diperintah shalat, kupahamkan dia bahwa shalat
adalah hal yang amat penting. Aku senantiasa berdalil dengan hadits-hadits Nabi
saat berbicara dengannya meski ia tak paham sedikitpun. Maksudku agar ia
menyadari agungnya shalat.
Aku berusaha
agar ayahnya engajaknya ke masjid agar terbiasa nantinya, apalagi Abdullah
senang jika keluar rumah bersama ayahnya. Aku mengharuskannya untuk wudhu
terlebih dhulu sebelum pergi ke masjid, dan ia menuruti permintaanku tersebut.
Aku selalu
menyuhnya dan mendorongnya untuk shalat. Aku sering memujinya di depan
sahabat-sahabatku dan dia mendengarnya secara langsung. Aku tak lupa
memfokuskannya untuk shalat subuh dan memberi perhatian khusus terhadapnya.
Aku sering
membacakan kisah-kisah mereka yang rajin shala kepada pueraku, dengan
menyebutkan pahal besar yang akan mereka terima di dunia dan akhirat. Kuceritakan
padanya indahnya kenikmatan di jannah dan pedihnya siksa neraka secara
sederhana agar ia paham dan membekas di benaknya. Ketika abdullah hendak shalat
subuh, ku kabarkan padanya bahwa shalat subuh dan ibadah lainnya secara umum
akan memberikan cahaya di wajah, maka ia pun bergegas menuju cermin untuk
melihat wajahnya.
Tak lupa,
hatinya selalu kukaitkan dengan shalat dalam berbagai peristiwa di kehidupan
sehari-hari. Contohnya ketika Abdullah dipukul anak lain, aau keika ia jatuh
terjungkal dan mengerang kesakitan, atau saat ia kecurian sesuatu, atau ketika
sebagian tubuhnya kesakitan; ketika itulah kukatakan kepadanya, “ini Mungkin
karena kau tidak shalat anu pada hari anu” dengan demikian aku lebih mudah
membuatna bersemangat untuk shalat. Allah swt berfirman:
“Musibah
apapun yang menimpamu maka sesungguhnya itu akibat ulah tanganmu sendiri, dan
dia memaakanmu dalam banyak hal.” (Qs. Asy-Sura:30)
Aku memanfaakan
kessempatan saat Abdullah mengalami peristiwa-peristiwa yang menggembirakan. Kukatakan
padanya bahwa kegembiran ini adalah pengaruh dari ketatannya, teruma shalat,
karena Allah akan memberi taufik bagi orang yang rajin shalat untuk mendapat
semua kebaikan.
Demikanlah
detik demi detik aku berjuang dalam membiasakannya rajin shalat, demi
mewujudkan sabda Nabi tercinta:
“Perintahkanlah
anak-anak untuk shalat jika berumur tujuh tahun, dan ketika menginjak sepuluh
tahun, pukullah mereka (jika bandel0 untuk shalat”
Abdullah
belum genap berusia sepuluh tahun, namun aku berharap kepada Allah supaya aku
tidak perlu memukulnya untuk shalat. Sebab barang siapa dengan ikhlas
membiasakan anak-anaknya untuk shala sejak kecil, kurasa ia takkan perlu
memukulnya Insya Allah.
Aku ingat,
bahwa di antara sarana yang kugunakan dalam membiasakan Abdullah agar rajin
shalat ialah, memberinya sebuah tape recorder dan eberapa kaset kosong, lalu ia
pun merekam shalatnya (di luar waktu shalat), kemudian kuminta ia untuk
khutbah, maka ia pun mendekatkan sebuah gantungan paian (seakan-akan
mikrofonnya) dan mulai berkhutbah. Aku juga membelikannya sebuah baju koko,
peci dan kayu siwak, yang itu membantuku dalam memberi semangat kepadanya untuk
pergi shalat jumat bersama ayahnya agar dia bisa melihatnya secara langsung.
Kuperhatikan
firman Allah saw berikut,
“perintahkanlah
keluargamu untuk shalat dan bersabarlah kamu dalam hal ini, kami tidaklah
meminta rezeki darimu, namun kamilah yang memberimu rezeki, dan kesudhan yang
baik itu ialah bagi (orang yang) takwa.” (QS. Tha: 132).
Maka
kudapati bahwa ia mengandung hikmah dan kesulitan, keduanya nampak jelas karena
perintah untuk shalat tidaklah dituruti dengan segera, akan tetapi harus dengan
perintah yang berulang-ulang hingga beberapa kali dalam sehari kemudian harus
sabar dan tidak tergesa-gesa menuai hasil.
Masalah
ini menjadi mudah bagiku terhadap anak-anakku berikutnya, sebab Abdullah yang
telah belajar, memudahkanku untuk membiasakan yang lain agar rajin shalat. Aku nyaris
tak mengalami kesulitan seperti yang kualami dengan Abdullah. Karena abdullah
mulai mengajari adik-adiknya bahkan dialah yang mengimami mereka dirumah. Ia jugalah
yang mendidik adik-adiknya dengan cara yang pernah kuajarkan kepadanya, meski
dengan lagak kekanak-kanakan yang kurang pas, akan teapi ini adalah usaha baik
darinya yang embuat hatiku senang, dan membuatku merasa bahwa kesabaranku dalam
memerintahkannya shalat selama ini elah mendatangkan hasil yang terbaik,
Alhamdulillah.
Sesungguhnya
doa memiliki kekuaan ajabib dan pengaruh yang kuat. Berapa kali sudah tidak
terhitung lagi aku berdoa dengan doa berikut:
“Rabbi,
jadikkanlah aku dan anak keurunanku sebagai orang yang menegakkan shala, ya Allah
kabulkanlah doa ini” (QS. Ibrahim: 40”
Aku senantiasa
mengulang-ulangnya saat thawaf di baitullah, demikian pula di saat-saat
terkabulnya doa. Hingga Allah memperlihakan kepadaku saat anak-anakku yang
masih kecil sering kali memungut sajadah dan shalat dengan sendirinya tanpa
kuperintah sedikitpu! Padahal kondisi fisik mereka sedang kelelahan! Akan tetapi
Allah-lah yang memudahkan hal ini berkat karunia dan taufik-Nya semata.
-------------------------------------------------
Sudah selesai kisah inspirasi pengalaman Kelima
pada buku yang berjudul "AGAR ANAKMU SHALAT
SELALU"
Nantikan esok hari pengalaman keenam yang di
tulis oleh orang tua yang beriman pada buku ini yang akan saya posting.
Kembali
kepada pengantar untuk melihat pengalaman yang lain di sini
Bagi pembaca sekalian yang ingin
melihat blog ini tetap bisa eksis, bantu share artikel-artikel saya.bisa dengan cara membagikan di Facebook, Tweeter, BBM dan sebagainya
Juga bagi yang ingin membantu
saudara, sahabat, teman, anak, dan sebagainya yang masih kuliah dan ingin
mencari materi makalah ada dapat share postingan saya tentang makalah.
Semoga kehadiran MNS dapat
bermanfaat bagi penghuni dunia maya... amin...

No comments:
Post a Comment