Saturday, May 6, 2017

Mengaitkan musibah dengan kelalaiannya terhadap shalat




Sejak anak-anakku masih balita, aku selalu bertanya pada diriku bagaimana kelak aku mendidik mereka agar rajin salat? Pikiran inilah yang sering kali mengusikku, sampai-sampai puteraku Abdullah yang baru berusia lima tahun, aku ajari menghafal kata-kata berikut:

“Shalat adalah tiang agama, jika ada tiang kemah yang roboh maka robohlah seluruh bagian kemah dan menimpa penghuninya

Belum genap Abdullah berumur tujuh tahun, kukabarkan padanya bahwa sebentar lagi akan terjadi peristiwa penting yang menggembirakan dalam hidupnya. Ya, sebentar lagi ia akan dewasa dan berad dalam shaf bersama mereka yang shalat. Sering kali kukatakan padanya, “nak, sekian hari lagi kamu termasuk orang yang menegakkan shalat insya Allah”.

Ketika Abdullah telah cukup umur untuk diperintah shalat, kupahamkan dia bahwa shalat adalah hal yang amat penting. Aku senantiasa berdalil dengan hadits-hadits Nabi saat berbicara dengannya meski ia tak paham sedikitpun. Maksudku agar ia menyadari agungnya shalat.

Aku berusaha agar ayahnya engajaknya ke masjid agar terbiasa nantinya, apalagi Abdullah senang jika keluar rumah bersama ayahnya. Aku mengharuskannya untuk wudhu terlebih dhulu sebelum pergi ke masjid, dan ia menuruti permintaanku tersebut.
Aku selalu menyuhnya dan mendorongnya untuk shalat. Aku sering memujinya di depan sahabat-sahabatku dan dia mendengarnya secara langsung. Aku tak lupa memfokuskannya untuk shalat subuh dan memberi perhatian khusus terhadapnya.

Aku sering membacakan kisah-kisah mereka yang rajin shala kepada pueraku, dengan menyebutkan pahal besar yang akan mereka terima di dunia dan akhirat. Kuceritakan padanya indahnya kenikmatan di jannah dan pedihnya siksa neraka secara sederhana agar ia paham dan membekas di benaknya. Ketika abdullah hendak shalat subuh, ku kabarkan padanya bahwa shalat subuh dan ibadah lainnya secara umum akan memberikan cahaya di wajah, maka ia pun bergegas menuju cermin untuk melihat wajahnya.

Tak lupa, hatinya selalu kukaitkan dengan shalat dalam berbagai peristiwa di kehidupan sehari-hari. Contohnya ketika Abdullah dipukul anak lain, aau keika ia jatuh terjungkal dan mengerang kesakitan, atau saat ia kecurian sesuatu, atau ketika sebagian tubuhnya kesakitan; ketika itulah kukatakan kepadanya, “ini Mungkin karena kau tidak shalat anu pada hari anu” dengan demikian aku lebih mudah membuatna bersemangat untuk shalat. Allah swt berfirman:

Musibah apapun yang menimpamu maka sesungguhnya itu akibat ulah tanganmu sendiri, dan dia memaakanmu dalam banyak hal.” (Qs. Asy-Sura:30)

Aku memanfaakan kessempatan saat Abdullah mengalami peristiwa-peristiwa yang menggembirakan. Kukatakan padanya bahwa kegembiran ini adalah pengaruh dari ketatannya, teruma shalat, karena Allah akan memberi taufik bagi orang yang rajin shalat untuk mendapat semua kebaikan.

Demikanlah detik demi detik aku berjuang dalam membiasakannya rajin shalat, demi mewujudkan sabda Nabi tercinta:

Perintahkanlah anak-anak untuk shalat jika berumur tujuh tahun, dan ketika menginjak sepuluh tahun, pukullah mereka (jika bandel0 untuk shalat”

Abdullah belum genap berusia sepuluh tahun, namun aku berharap kepada Allah supaya aku tidak perlu memukulnya untuk shalat. Sebab barang siapa dengan ikhlas membiasakan anak-anaknya untuk shala sejak kecil, kurasa ia takkan perlu memukulnya Insya Allah.

Aku ingat, bahwa di antara sarana yang kugunakan dalam membiasakan Abdullah agar rajin shalat ialah, memberinya sebuah tape recorder dan eberapa kaset kosong, lalu ia pun merekam shalatnya (di luar waktu shalat), kemudian kuminta ia untuk khutbah, maka ia pun mendekatkan sebuah gantungan paian (seakan-akan mikrofonnya) dan mulai berkhutbah. Aku juga membelikannya sebuah baju koko, peci dan kayu siwak, yang itu membantuku dalam memberi semangat kepadanya untuk pergi shalat jumat bersama ayahnya agar dia bisa melihatnya secara langsung.

Kuperhatikan firman Allah saw berikut,

perintahkanlah keluargamu untuk shalat dan bersabarlah kamu dalam hal ini, kami tidaklah meminta rezeki darimu, namun kamilah yang memberimu rezeki, dan kesudhan yang baik itu ialah bagi (orang yang) takwa.” (QS. Tha: 132).

Maka kudapati bahwa ia mengandung hikmah dan kesulitan, keduanya nampak jelas karena perintah untuk shalat tidaklah dituruti dengan segera, akan tetapi harus dengan perintah yang berulang-ulang hingga beberapa kali dalam sehari kemudian harus sabar dan tidak tergesa-gesa menuai hasil.

Masalah ini menjadi mudah bagiku terhadap anak-anakku berikutnya, sebab Abdullah yang telah belajar, memudahkanku untuk membiasakan yang lain agar rajin shalat. Aku nyaris tak mengalami kesulitan seperti yang kualami dengan Abdullah. Karena abdullah mulai mengajari adik-adiknya bahkan dialah yang mengimami mereka dirumah. Ia jugalah yang mendidik adik-adiknya dengan cara yang pernah kuajarkan kepadanya, meski dengan lagak kekanak-kanakan yang kurang pas, akan teapi ini adalah usaha baik darinya yang embuat hatiku senang, dan membuatku merasa bahwa kesabaranku dalam memerintahkannya shalat selama ini elah mendatangkan hasil yang terbaik, Alhamdulillah.

Sesungguhnya doa memiliki kekuaan ajabib dan pengaruh yang kuat. Berapa kali sudah tidak terhitung lagi aku berdoa dengan doa berikut:

Rabbi, jadikkanlah aku dan anak keurunanku sebagai orang yang menegakkan shala, ya Allah kabulkanlah doa ini” (QS. Ibrahim: 40”

Aku senantiasa mengulang-ulangnya saat thawaf di baitullah, demikian pula di saat-saat terkabulnya doa. Hingga Allah memperlihakan kepadaku saat anak-anakku yang masih kecil sering kali memungut sajadah dan shalat dengan sendirinya tanpa kuperintah sedikitpu! Padahal kondisi fisik mereka sedang kelelahan! Akan tetapi Allah-lah yang memudahkan hal ini berkat karunia dan taufik-Nya semata.
-------------------------------------------------

Sudah selesai kisah inspirasi pengalaman Kelima pada buku yang berjudul "AGAR ANAKMU SHALAT SELALU

Nantikan esok hari pengalaman keenam yang di tulis oleh orang tua yang beriman pada buku ini yang akan saya posting.

Kembali kepada pengantar untuk melihat pengalaman yang lain di sini

Bagi pembaca sekalian yang ingin melihat blog ini tetap bisa eksis, bantu share artikel-artikel saya.bisa dengan cara membagikan di Facebook, Tweeter, BBM dan sebagainya

Juga bagi yang ingin membantu saudara, sahabat, teman, anak, dan sebagainya yang masih kuliah dan ingin mencari materi makalah ada dapat share postingan saya tentang makalah.

Semoga kehadiran MNS dapat bermanfaat bagi penghuni dunia maya... amin...

No comments:

Post a Comment