Saturday, May 6, 2017

Kalau Perlu, Menangislah di Depan Mereka


Hari ini kita masuk pengalaman yang keenam dari tata cara mendidik anak dalam buku “AGAR ANAKMU SHALAT SELALU”, Seorang ibu menceritakan tentang dia mendidik anaknya agar bisa shalat selalu:



Suamiku, barakallah fith, dulu mengurus anak laki-laki kami, ia amat perhatian terhadap mereka dalam masalah shalat dan tidak membolehkan mereka shalat kecuali di masjid. Ketika putera-puteraku menginjak usia tujuh belas tahun, kami pindah ke kota lain yang jauh dari ayah mereka karena kondisi tertentu.

Usia mereka saat itu amatlah riskan, mereka sering melarikan diri dari shalat.

Aku pun berdoa kepada Allah agar dia menolongku dan memperbaiki kondisi anak-anaku. Aku memaksa mereka agar tidak meremehkan shalat. Aku menagis di depan mereka agar mereka terkesan saat melihat cucuran air mataku dan ketulusanku dalam mengajak mereka kepada kebaikan. Aku tak pernah mendoakan keburukan atas mereka, bahkan sebaliknya aku selalu mmendoakan kebaikan, di samping memantau mereka hingga yakin bahwa mereka benar-benar pergi ke masjid. Keadaanku tetap seperti ini hingga anak-anakku melewati masa kritis tersebut, dan mulai menjaga shalat lima waktu mereka, pun demikian aku tak henti-hentinya mengingatkan dan menasehati mereka.
Aku tidak pernah menginap di luar rumah di tempat kerabatku, karena khawatir jika anak-anak tidak ada yang membangunkan hingga shalat mereka terbengkalai akibat ketiduran.

Adapun puteri-puteriku, maka mereak selalu kupantau sejak kecil hingga setelah mereka dewasa merak mencintai shalat. Aku berperan seperti saudari mereka sendiri, dan aku amat antusias agar hati merka tidak terikat dengan perkara-perkara duniawi sperti shoping dan semisalnya. Mereka selalu tersibukkan dengan urusan rumah karena tidak ada pembantu. Dengan begitu, merak lebih mudah untuk komitmen terhadap perintah Allah dan mengerjakan shalat pada waktunya. Mereka semua taat kepadaku dan lebih mendahulukan ridhaku, dan ini merupakan nikmat Allah yang selalu kusyukuri.
------------------------------------------
Andai saja kita hitung waktu yang kita pakai untuk shalat, maka berapakh prosentasenya dibandingkan seluruh waktu kita?
Maksimal hanya 6, 25% dari sehari semalam, dan ini adalah bagian yang amat kecil untuk sebuah amalan yang saangat agung, padahal amalan tersebut memiliki dampak yang terpuji dalam kehidupan manusia, baik di dunia, di kubur, atau di padang mahsyar kelak.(dinukil dari ahkam as shalah, oleh syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin ra. Hal. 5)
----------------------------------------------------------

Sudah selesai kisah inspirasi pengalaman Keenam pada buku yang berjudul "AGAR ANAKMU SHALAT SELALU

Nantikan esok hari pengalaman ketujuh yang di tulis oleh orang tua yang beriman. pada buku ini yang akan saya posting.

-------------------------------------------------------------
Kembali kepada pengantar untuk melihat pengalaman yang lain di sini
------------------------------------------------------------------

Bagi pembaca sekalian yang ingin melihat blog ini tetap bisa eksis, bantu share artikel-artikel saya. bisa dengan cara membagikan di Facebook, Tweeter, BBM dan sebagainya.

Juga bagi yang ingin membantu saudara, sahabat, teman, anak, dan sebagainya yang masih kuliah dan ingin mencari materi makalah ada dapat share postingan saya tentang makalah.

Semoga kehadiran MNS dapat bermanfaat bagi penghuni dunia maya... amin...

No comments:

Post a Comment